1. Personal Attributes
Personal attributes merupakan aspek yang berkenaan dengan
motivasi dari pebelajar, penggunaan sumber belajar, dan strategi belajar.
Motivasi belajar merupakan keinginan yang terdapat pada diri seseorang yang
merangsang pebelajar untuk melakukan kegiatan belajar. Ciri-ciri motivasi
menurut Worrel dan Stillwell dalam Harliana (1998) antara lain:
Tanggung jawab (mereka yang memiliki motivasi belajar merasa
bertanggung jawab atas tugas yang dikerjakannya dan tidak meninggalkan tugasnya
sebelum berhasil menyelesaikannya),
Tekun terhadap tugas (berkonsentrasi untuk menyelesaikan
tugas dan tidak mudah menyerah),
Waktu penyelesaian tugas (berusaha menyelesaikan setiap
tugas dengan waktu secepat dan seefisien mungkin),
Menetapkan tujuan yang realitas (mampu menetapkan tujuan
realistis sesuai dengan kemampuan yang dimilikinya, mampu berkonsentrasi
terhadap setiap langkah untuk mencapai tujuan dan mengevaluasi setiap kemajuan
yang telah dicapai.
2. Processes
Processes merupakan aspek yang berkenaan dengan otonomi
proses pembelajaran yang dilakukan oleh pebelajar meliputi perencanaan,
monitoring, serta evaluasi pembelajaran. Kegiatan perencanaan meliputi: (a)
mengelola waktu secara efektif (pembuatan jadwal belajar, menyusun kalender
studi untuk menulis atau menandai tanggal-tanggal penting dalam studi, tanggal
penyerahan tugas makalah, tugas PR, dan tanggal penting lainnya, mempersiapkan
buku, alat tulis, dan peralatan belajar lain), (b) menentukan prioritas dan
manata diri (mencari tahu mana yang paling penting dilakukan terlebih dahulu
dan kapan mesti dilakukan).
Kegiatan monitoring dalam pembelajaran dengan menggunakan
model Cooperative Learning tipe Kepala Bernomor Terstruktur antara lain:
Aktif melakukan diskusi dalam kelompok
Berani mengemukakan pendapat pada saat diskusi berlangsung,
Aktif bertanya saat menemui kesulitan baik terhadap teman
maupun guru,
Membuat catatan apabila diperlukan,
Tetap melaksanakan kegiatan pembelajaran meskipun guru tidak
hadir.
Sedangkan yang termasuk kegiatan evaluasi pembelajaran
antara lain:
Memperhatikan umpan balik dari tugas yang telah dilaksanakan
sehingga dapat diketahui letak kesalahannya,
Mengerjakan kembali soal/ tes di rumah, dan
Berusaha memperbaiki kesalahan yang telah dilakukan.
3. Learning Context
Fokus dari learning context adalah faktor lingkungan dan
bagaimana faktor tersebut mempengaruhi tingkat kemandirian pebelajar. Ada
beberapa faktor dalam konteks pembelajaran yang dapat mempengaruhi pengalaman
mandiri pebelajar antara lain, structure dan nature of task. Struktur dan tugas
dalam konteks pembelajaran ini misalnya, siswa belajar dengan struktur (cara
kerja) model pembelajaran Cooperatif Learning tipe Kepala Bernomor Terstruktur
dan mengerjakan tugas kelompok dalam LKS.
Berdasarkan pendapat-pendapat di atas dapat disimpulkan
bahwa kemandirian belajar siswa merupakan suatu bentuk belajar yang memberikan
kesempatan kepada siswa untuk menentukan tujuan belajar, perencanaan belajar,
sumber-sumber belajar, mengevaluasi belajar, dan menentukan kegiatan belajar
sesuai dengan kebutuhannya sendiri. Aspek yang menunjukkan kemandirian belajar
siswa dalam penelitian ini, yaitu personal attributes, processes, dan learning
context. Dalam pembelajaran matematika, kemandirian belajar dapat dilakukan
dalam kegiatan berdiskusi. Semakin besar peran aktif siswa dalam berbagai
kegiatan tersebut, mengindikasikan bahwa siswa tersebut memiliki kemandirian
belajar yang tinggi.