Aspek Belajar Mandiri

Dalam keseharian siswa sering dihadapkan pada permasalahan yang menuntut siswa untuk mandiri dan menghasilkan suatu keputusan yang baik. Song and Hill (2007: 31-32) menyebutkan bahwa kemandirian terdiri dari beberapa aspek, yaitu :
1. Personal Attributes
Personal attributes merupakan aspek yang berkenaan dengan motivasi dari pebelajar, penggunaan sumber belajar, dan strategi belajar. Motivasi belajar merupakan keinginan yang terdapat pada diri seseorang yang merangsang pebelajar untuk melakukan kegiatan belajar. Ciri-ciri motivasi menurut Worrel dan Stillwell dalam Harliana (1998) antara lain:
Tanggung jawab (mereka yang memiliki motivasi belajar merasa bertanggung jawab atas tugas yang dikerjakannya dan tidak meninggalkan tugasnya sebelum berhasil menyelesaikannya),
Tekun terhadap tugas (berkonsentrasi untuk menyelesaikan tugas dan tidak mudah menyerah),
Waktu penyelesaian tugas (berusaha menyelesaikan setiap tugas dengan waktu secepat dan seefisien mungkin),
Menetapkan tujuan yang realitas (mampu menetapkan tujuan realistis sesuai dengan kemampuan yang dimilikinya, mampu berkonsentrasi terhadap setiap langkah untuk mencapai tujuan dan mengevaluasi setiap kemajuan yang telah dicapai.
2. Processes
Processes merupakan aspek yang berkenaan dengan otonomi proses pembelajaran yang dilakukan oleh pebelajar meliputi perencanaan, monitoring, serta evaluasi pembelajaran. Kegiatan perencanaan meliputi: (a) mengelola waktu secara efektif (pembuatan jadwal belajar, menyusun kalender studi untuk menulis atau menandai tanggal-tanggal penting dalam studi, tanggal penyerahan tugas makalah, tugas PR, dan tanggal penting lainnya, mempersiapkan buku, alat tulis, dan peralatan belajar lain), (b) menentukan prioritas dan manata diri (mencari tahu mana yang paling penting dilakukan terlebih dahulu dan kapan mesti dilakukan).
Kegiatan monitoring dalam pembelajaran dengan menggunakan model Cooperative Learning tipe Kepala Bernomor Terstruktur antara lain:
Aktif melakukan diskusi dalam kelompok
Berani mengemukakan pendapat pada saat diskusi berlangsung,
Aktif bertanya saat menemui kesulitan baik terhadap teman maupun guru,
Membuat catatan apabila diperlukan,
Tetap melaksanakan kegiatan pembelajaran meskipun guru tidak hadir.
Sedangkan yang termasuk kegiatan evaluasi pembelajaran antara lain:
Memperhatikan umpan balik dari tugas yang telah dilaksanakan sehingga dapat diketahui letak kesalahannya,
Mengerjakan kembali soal/ tes di rumah, dan
Berusaha memperbaiki kesalahan yang telah dilakukan.
3. Learning Context
Fokus dari learning context adalah faktor lingkungan dan bagaimana faktor tersebut mempengaruhi tingkat kemandirian pebelajar. Ada beberapa faktor dalam konteks pembelajaran yang dapat mempengaruhi pengalaman mandiri pebelajar antara lain, structure dan nature of task. Struktur dan tugas dalam konteks pembelajaran ini misalnya, siswa belajar dengan struktur (cara kerja) model pembelajaran Cooperatif Learning tipe Kepala Bernomor Terstruktur dan mengerjakan tugas kelompok dalam LKS.


Berdasarkan pendapat-pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa kemandirian belajar siswa merupakan suatu bentuk belajar yang memberikan kesempatan kepada siswa untuk menentukan tujuan belajar, perencanaan belajar, sumber-sumber belajar, mengevaluasi belajar, dan menentukan kegiatan belajar sesuai dengan kebutuhannya sendiri. Aspek yang menunjukkan kemandirian belajar siswa dalam penelitian ini, yaitu personal attributes, processes, dan learning context. Dalam pembelajaran matematika, kemandirian belajar dapat dilakukan dalam kegiatan berdiskusi. Semakin besar peran aktif siswa dalam berbagai kegiatan tersebut, mengindikasikan bahwa siswa tersebut memiliki kemandirian belajar yang tinggi.